This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Shelina Puput Gupita Faelani
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragic dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik : Studi Kasus Shelina Puput Gupita Faelani; Dian Hudiayawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32865

Abstract

Latar Belakang: Stroke Non Hemoragik merupakan Stroke yang disebabkan karena terjadinya penyumbatan pembuluh darah di otak oleh thrombosis atau emboli sehingga suplai glukosa dan oksigen ke otak berkurang. Seseorang yang mengalami Stroke Non Haemoragik dapat mengalami pusing, hemiplegia, serta gangguan menelan. Hemiplegia adalah kondisi ketika salah satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan. Memberikan latihan ROM secara dini dapat meningkatkan kekuatan otot karena dapat menstimulasi motor unit sehingga semakin banyak motor unit yang terlibat maka akan terjadi peningkatan kekuatan otot, kerugian pasien hemiparese bila tidak segera ditangani maka akan terjadi kecacatan. Tujuan: untuk memberikan asuhan keperawatan berupa ROM pasif pada pasien stroke yang mengalami hemiplegia. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengkajian pada Tn.D (52 tahun) didapatkan tiga diagnosis keperawatan tetapi peneliti hanya fokus diagnosis berupa gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot dengan diberikan intervensi berupa ROM pasif. Intervensi dilakukan selam 3 hari dengan durasi waktu ± 15 menit tiap harinya (3x24 jam) dari awal pasien masuk sampai pasien pulang. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan Tn.D membaik dengan hasil kekuatan otot sebelum dilakukan ROM pasif di angka 4, setelah dilakukan ROM pasif meningkat menjadi angka 5. Kesimpulan: pemberian intervensi berupa ROM pasif dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk melakukan mobilisasi secara mandiri sehingga kekuatan otot pasien meningkat, kekuatan otot pasien meningkat pada eketremitas kanan di angka 5.