p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
MG Catur Yuantari
Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mapping the Effect of Cupping Therapy on Body Health: A Bibliometric Analysis Achmad Budi Santoso; MG Catur Yuantari; Supriyono Asfawi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43614

Abstract

Cupping therapy is a traditional treatment method that has been used for centuries. This study aims to map the effects of cupping therapy on body health based on existing literature. This study reviews various scientific articles that discuss physiological effects, mechanisms of action, and benefits and potential risks. The review results show that cupping therapy has a positive effect on improving blood circulation, relieving pain, and reducing inflammation. However, further research is needed to strengthen the scientific evidence supporting the application of this therapy in modern medical practice.
Kesenjangan Integrasi Pelaporan dan Pencatatan Kasus Tbc di Fasiltas Kesehatan Indonesia Ana Shodaqotul Fauziyah; MG Catur Yuantari; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51136

Abstract

Pelaporan kasus Tuberkulosis (TBC) merupakan komponen penting dalam upaya eliminasi TBC, namun implementasinya di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi sistem pelaporan TBC dan kepatuhan pelaporan melalui literature review. Kajian dilakukan terhadap tujuh artikel terbitan 2020–2024 yang membahas pencatatan dan pelaporan TBC di Indonesia, dengan fokus pada kendala, pelatihan, beban kerja ganda, serta rekomendasi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, beban tugas ganda, serta penerapan standar operasional prosedur yang belum merata. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga masih menghadapi masalah teknis berupa error jaringan, data ganda, dan integrasi yang belum optimal. Selain itu, keterbatasan kebijakan dan pendanaan turut memengaruhi kualitas data dan kepatuhan pelaporan. Kesenjangan integrasi pelaporan TBC masih menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan strategi perbaikan melalui penguatan kapasitas SDM, pelatihan berkelanjutan, stabilisasi sistem informasi, serta dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor.