This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Linda Widiastuti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang TuahTanjungpinang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal Terhadap Tingkat Kesadaran Pada Pasien Stroke di ICU Utari Yunie Atrie; Yusnaini Siagian; Zakiah Rahman; Linda Widiastuti; Ernawati Ernawati; Yolanda Yolanda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45680

Abstract

Stroke merupakan sindroma klinis yang ditandai oleh disfungsi cerebral fokal yang berlangsung 24 jam atau lebih yang menyebabkan disabilitas atau kematian. Pasien stroke dengan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) biasanya disertai dengan salah satu gejala utama berupa penurunan kesadaran. Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal merupakan terapi yang efektif dalam mempengaruhi tingkat kesadaran pasien, namun belum diketahui perbedaan keefektifan antara dua terapi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi FAST dan terapi murottal terhadap tingkat kesadaran. Desain penelitian ini Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre-Post Non Equivalent Control Group. Populasi dilihat dari jumlah pasien stroke dengan penurunan kesadaran di ruang ICU RSUD Kota Tanjungpinang pada bulan Januari-Juni 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden terapi Murottal 15 responden terapi FAST dengan teknik Consecutive sampling. Sampel dihasilkan melalui G*Power versi 3.1. Tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan instrument Glasgow Coma Scale (GCS) yang terdiri dari 3 komponen yakni respon mata, verbal dan motorik. Hasil uji Paired Sampel T-Test pada kelompok FAST diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 7.40 dan nilai mean sesudah meningkat menjadi 8.67 membuktikan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah. Pada kelompok terapi murottal diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 8.20 dan nilai mean sesudah menjadi 10.0 membuktikan ada perbedaan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah. Sedangkan pada hasil uji Independent Sampel T-Test diperoleh hasil nilai p > 0.005 yang membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kesadaran setelah diberikan FAST dan terapi murottal. Terapi FAST dan terapi murottal sama-sama dapat dijadikan terapi nonfarmakologi yang dapat membantu proses pemulihan kesadaran pada pasien stroke. Kata Kunci: Stroke, Familiar Auditory Sensory Training (FAST), Terapi Murottal, Galsgow Coma Scale (GCS), Penurunan Kesadaran