This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Tuti Rosmiyati
STIKes Abdi Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Terapi Zink Dibandingkan Dengan Terapi Standard Dalam Penanganan Diare Pada Anak Di Puskesmas Jatisampurna Tahun 2025 Tuti Rosmiyati; Achmad Fauzi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49944

Abstract

Diare menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup anak. WHO mengestimasikan bahwa insiden tahunan diare pada anak-anak mendekati 1,7 miliar kasus secara global. Tidak tercapainya target tersebut disebabkan karema masih belum optimalnya pemberian oralit dan zink sesuai pedoman tata laksana diare oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Untuk mengetahui Efektifitas terapi zink dibandingkan dengan terapi standard dalam penanganan diare pada anak di Puskesmas Jatisampurna tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian adalah balita dengan diare sebanyak 30 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Gambaran rata-rata frekuensi diare anak sebelum diberikan terapi standar adalah sebesar 5,20 kali per hari. Setelah diberikan terapi standar menurun menjadi 2,80 kali per hari. Pada anak yang sebelum diberikan terapi zink rata-rata frekuensi diare adalah sebesar 6,67 kali per hari dan setelah diberikan zink menurun menjadi 2,33 kali per hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh terapi standar dan terapi zink dalam penanganan diare pada balita. Didapatkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). terdapat pengaruh zink dalam menurunkan kejadian diare pada balita dengan diare. Dengan demikian, para ibu yang memiliki balita didorong untuk aktif mencari informasi mengenai diare dan pencegahannya, tidak hanya dari tenaga kesehatan tetapi juga dari berbagai media. Dengan demikian, diharapkan ibu dapat berpartisipasi aktif dalam pemberian zinc sebagai salah satu upaya pencegahan diare