p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Iswadi Iswadi
Universitas Adiwangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keselamatan Pasien Dengan Pendekatan Surgical Checklist Time Out di Kamar Operasi Iswadi Iswadi; Matda Yunartha; Cyndi Ayu Oktavia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50718

Abstract

Keselamatan pasien di kamar operasi merupakan salah satu prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, dimana penerapan Surgical Safety Checklist (SSC) dengan protokol Time Out menjadi strategi penting untuk mencegah kesalahan medis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan perawat terhadap pelaksanaan SSC Time Out serta mengeksplorasi pengalaman pasien paska operasi terkait persepsi dan rasa aman selama menjalani prosedur bedah. Metode penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari telaah 132 rekam medis pasien paska operasi yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasien menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan perawat dalam melaksanakan SSC Time Out sebesar 82,95% (kategori baik), dengan kepatuhan tertinggi pada identifikasi pasien (98,48%) dan terendah pada dokumentasi tanda tangan tim operasi (25%). Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien tidak memahami konsep Time Out, tidak mendapatkan penjelasan atau penandaan lokasi operasi, serta minim keterlibatan dalam proses verifikasi pra-operatif. Pasien cenderung pasif, namun tetap menaruh kepercayaan pada tim operasi dengan harapan keselamatan sebagai prioritas utama, meskipun disertai kecemasan dan ketidaknyamanan akibat kurangnya komunikasi serta kondisi lingkungan kamar operasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun kepatuhan perawat dalam aspek teknis sudah cukup baik, namun aspek komunikasi, dokumentasi, dan keterlibatan pasien masih lemah. Diperlukan intervensi berupa peningkatan supervisi, audit, serta penguatan budaya keselamatan pasien berbasis humanistik untuk meningkatkan mutu pelayanan bedah secara komprehensif.
Optimalisasi Strategi dan Respon Awam Terhadap Penanganan Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Matda Yunartha; Iswadi Iswadi; Surya Rifaren
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50773

Abstract

Henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest, OHCA) merupakan penyebab utama kematian global, dengan angka mortalitas tinggi akibat keterlambatan respons dan rendahnya keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan edukasi aspek hukum terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kemauan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan awal pada korban OHCA. Metode penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan dengan pre-eksperimen one group pretest-posttest pada 24 responden komunitas olahraga di Kota Jambi, dilanjutkan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi partisipan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (mean pre 3,92 menjadi 9,46; p=0,00), keterampilan (mean pre 1,13 menjadi 3,92; p=0,00), dan kemauan menolong (mean pre 3,38 menjadi 4,42; p=0,00). Kajian kualitatif fenomenologi secara garis besar mengungkap meskipun pengetahuan dan motivasi meningkat, sebagian besar responden masih ragu menggunakan Automated External Defibrillator (AED) karena keterbatasan pengalaman, kurang percaya diri, serta kekhawatiran aspek hukum. Kesimpulan pelatihan bahwa RJP efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan OHCA. Namun hambatan psikososial dan ketidakpastian hukum perlu diatasi melalui pelatihan berbasis simulasi berulang, edukasi hukum, dan dukungan sosial berkelanjutan.