Fajar Yuda Nugraha
Politeknik Kesdam VI Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model anti Perundungan melalui Pendekatan Komunikasi Terapeutik pada Guru di Banjarmasin Wahyu Asnuriyati; Indrayadi Indrayadi; Fajar Yuda Nugraha; Akhmad Farhan Wafa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51415

Abstract

Perundungan merupakan bentuk kekerasan antar teman sebaya yang berdampak serius terhadap kesejahteraan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model intervensi anti perundungan dengan pendekatan komunikasi terapeutik dalam menurunkan perilaku perundungan pada siswa sekolah menengah pertama di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group. Lokasi penelitian terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Banjarmasin Tengah sebagai kelompok perlakuan dan Banjarmasin Barat sebagai kelompok kontrol. Populasi penelitian berjumlah 22.363 siswa, dengan jumlah sampel 200 responden yang dipilih menggunakan rumus Fleiss dan dibagi secara seimbang antara kelompok perlakuan (n=100) dan kelompok kontrol (n=100). Intervensi diberikan kepada guru pada kelompok perlakuan melalui pelatihan model komunikasi terapeutik, yang kemudian diterapkan kepada siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ), dan analisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai t = 6,983; p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan bahwa intervensi komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan perilaku perundungan. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan komunikasi terapeutik sebagai strategi preventif dan promotif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif bagi siswa.
Perundungan Remaja Di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Wahyu Asnuriyati; Indrayadi; Fajar Yuda Nugraha; Akhmad Farhan Wafa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.356

Abstract

Perundungan merupakan kekerasan yang terjadi antara teman sebaya selama masa sekolah. Data global mengungkapkan bahwa hampir setengah (47%) remaja berusia 15-18 tahun pernah menjadi korban, dengan prevalensi tertinggi di Afrika (47% pada usia 13-15 tahun), diikuti oleh Amerika Latin (35%), Eropa-Asia Tengah (32%), dan Indonesia (21%). Secara lokal, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin mencatat 24 kasus sepanjang 2023, di mana siswi perempuan menjadi korban lebih banyak (15 kasus) dibandingkan siswa laki-laki (9 kasus). Dampak negatifnya sangat serius, mencakup masalah emosional, fisik, akademik, hingga risiko gangguan mental seperti depresi mayor dan pikiran untuk bunuh diri. Untuk merespons hal ini, penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei ini bertujuan memetakan pengalaman perundungan pada siswa SMP di Banjarmasin. Dengan populasi 22.363 siswa, sampel sebanyak 100 responden dipilih secara stratified random sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner OBVQ (Olweus Bully/Victim Questionnaire). Hasil analisis frekuensi menunjukkan bahwa mayoritas korban (62%) mengalami perundungan dalam kategori rendah, 36% kategori sedang, dan 2% kategori tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan yang efektif.