This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Merri Syafrina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik Bayi Usia 6–9 Bulan dengan Pelaksanaan yang Aman dan Higienis di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Febrina Febrina; Waldatul Hamidah; Iis Niawati; Riska Pitriyani; Merri Syafrina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54337

Abstract

Perkembangan motorik bayi pada usia 6–9 bulan merupakan tahap penting yang dipengaruhi oleh stimulasi dini yang tepat. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah baby gym, yang perlu dilaksanakan secara aman dan higienis untuk mencegah risiko pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh baby gym terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–9 bulan dengan pelaksanaan yang aman dan higienis di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 bayi usia 6–9 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan baby gym selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan rutin. Perkembangan motorik bayi diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), sementara pelaksanaan yang aman dan higienis dinilai menggunakan checklist observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test, independent t-test, dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor perkembangan motorik yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian baby gym (p < 0,001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna (p > 0,05). Perubahan skor motorik pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Selain itu, terdapat hubungan positif yang kuat antara kepatuhan pelaksanaan baby gym yang aman dan higienis dengan peningkatan perkembangan motorik bayi (r = 0,62; p = 0,004). Selama pelaksanaan intervensi, tidak ditemukan kejadian risiko berat pada bayi. Dapat disimpulkan bahwa baby gym yang dilaksanakan secara aman dan higienis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perkembangan motorik bayi usia 6–9 bulan dan relatif aman untuk diterapkan di pelayanan kesehatan primer.