Rivaldo, Fersal Kinova
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI SEJARAH GEREJA ASIA DALAM MEMBANGUN KARAKTER GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG BERWAWASAN KEBANGSAAN Manu, Dominggus Alli; Heselo, Anes; Rivaldo, Fersal Kinova
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i2.156

Abstract

Di tengah arus globalisasi yang sarat dengan krisis moral dan melemahnya nilai-nilai kebangsaan, pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting, eruama bagi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Namun, pembentukan karakyter guru PAK seringkali hanya berfokus pada aspek normaif dan pedagogis, tanpa memperhaikan akar sejarah iman Kristen yang sesuai dengan konteks. Artikel ini berujuan untuk mengkaji sejauh mana Sejarah Gereja Asia dapat memberikan kontribusi dalam membentuk karakter guru PAK yang memiliki wawasan kebangsaan. Penelitian ini dilakukan melalui studi literaur dengan menelaah berbagai sumber tentang sejarah gereja, pendidikan Kristen, dan teologi kontekstual. Temuan kajian ini menunjukan bahwa nilai-nilai kebangsaan seperti pengorbanan, keadilan sosial, toleransi, nasionalisme, dan pelayanan telah menjadi bagian dari perjalanan gereja-gereja Asia. Berbagai kisah perjuangan, proses inkulturasi iman, dan peranan sosial gereja memberikan inspirasi nyata bagi guru PAK untuk mengembangkan metode pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan membawa perubahan. Dengan memahami sejarah gereja di Asia, guru PAK tidak hanya dituntut untuk mengajar secara kognitif, tetapi juga membentuk karakter siswa religius, insklusif, dan memiliki rasa cinta tanah air. Sejarah Gereja Asia menjadi dasar yang kuat dalam memperluas visi pelayanan guru PAK sebagai pembina generasi yang berintegrasi iman dan berjiwa kebangsaan.
Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Discernment Rohani: Eksegesis 1 Yohanes 4:1 Rivaldo, Fersal Kinova; Soleman Tinglioy; Robet Matias Laumakan
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v4i1.61

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the role of Christian Religious Education (CRE) as a means for forming spiritual discernment based on an exegetical study of 1 John 4:1. The findings indicate that the command dokimazete ta pneumata (“test the spirits”) is a collective imperative that demands active and continuous engagement from the entire community of believers. Spiritual discernment in Scripture is understood as a Spirit-enabled capacity to evaluate teachings, spiritual experiences, and life decisions based on sound Christological confession and ethical fruit consistent with the Gospel. The study further reveals that spiritual discernment develops through the integration of wisdom, faith, and perseverance as complementary elements of spiritual formation. Pedagogically, CRE makes a strategic contribution by strengthening exegetically grounded theological understanding, cultivating mature and critical faith attitudes, and fostering sustained spiritual reflection. Therefore, CRE functions not merely as the transmission of religious knowledge but as a holistic faith formation process that nurtures believers’ spiritual sensitivity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai sarana pembentukan discernment rohani berdasarkan eksegesis 1 Yohanes 4:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah “δοκιμάζετε τὰ πνεύματα” (ujilah roh-roh) merupakan imperatif kolektif yang menuntut tindakan aktif dan berkelanjutan dari seluruh komunitas orang percaya. Discernment rohani dalam Kitab Suci dipahami sebagai kemampuan yang bersumber dari Roh Kudus untuk menilai ajaran, pengalaman rohani, dan keputusan hidup berdasarkan pengakuan Kristologis yang benar serta buah kehidupan yang selaras dengan Injil. Penelitian ini juga menemukan bahwa discernment rohani bertumbuh melalui integrasi hikmat, iman, dan ketekunan sebagai unsur formasi spiritual yang saling melengkapi. Dalam kerangka pedagogis, PAK memiliki kontribusi strategis melalui penguatan pemahaman teologis berbasis eksegesis, pembentukan sikap iman yang kritis dan dewasa, serta pembiasaan refleksi rohani yang berkelanjutan. Dengan demikian, PAK berfungsi sebagai proses formasi iman yang holistik untuk membangun kepekaan rohani orang percaya