Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Analisis Beban Kerja Guru: Studi Kasus Pada Sekolah Menegah Atas : Penelitian Asni, Asni; Alya Rahmadina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5584

Abstract

Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, dan psikologis peserta didik di sekolah. Namun, efektivitas layanan sering dipengaruhi oleh kondisi struktural, terutama rasio guru BK terhadap jumlah siswa dan beban kerja tambahan yang diemban. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik manajemen layanan Bimbingan dan Konseling dalam kondisi beban kerja guru yang tinggi serta mengidentifikasi strategi adaptif yang digunakan untuk menjaga keberlangsungan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sebuah Sekolah Menengah Atas swasta di Jakarta Timur. Partisipan terdiri atas guru BK, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK tetap berjalan melalui fungsi manajemen utama yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi meskipun dalam keterbatasan struktural. Rasio guru BK yang tidak proporsional menyebabkan layanan lebih responsif dibanding preventif, sementara tugas tambahan membatasi intensitas konseling. Guru BK mengembangkan strategi adaptif melalui prioritas kasus, kolaborasi dengan wali kelas, pemanfaatan komunikasi digital, serta integrasi layanan dalam kegiatan sekolah.