Penelitian ini menganalisis manajemen sarana dan prasarana pendidikan di Pondok Pesantren Ummul Qura, Tangerang Selatan, dengan fokus pada perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan nasional yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Sekolah berbasis pondok pesantren memiliki karakteristik khusus karena menggabungkan sistem pendidikan formal dengan sistem pendidikan pesantren, sehingga memerlukan pengelolaan sarana prasarana yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Ummul Qura belum optimal, dengan banyak fasilitas dalam kondisi rusak, bahkan sebagian ruang kelas tidak memiliki meja dan kursi yang layak. Sekolah juga belum memiliki perpustakaan dan laboratorium IPA, hanya tersedia laboratorium komputer dengan keterbatasan jumlah dan kondisi perangkat. Perencanaan dan pengadaan sarana prasarana telah dilakukan melalui koordinasi antara sekolah dan yayasan, namun masih menghadapi kendala keterlambatan dana dan perbedaan kebijakan. Sistem inventarisasi yang masih manual, keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga teknis, serta lemahnya koordinasi antara sekolah dan yayasan menyebabkan pengelolaan sarana prasarana belum berjalan secara optimal. Pemeliharaan hanya dilakukan secara insidental tanpa program terencana, sementara pengawasan dan evaluasi belum dilaksanakan secara terstruktur dan terdokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen sarana prasarana sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, sistem inventarisasi yang baik, koordinasi antarunit, dan dukungan anggaran yang memadai untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah berbasis pondok pesantren.