Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN KOMUNIKASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) “REMBUK STUNTING” THE PARK MALL SOLO Diva Wahyu Pratiwi; Choirul Fajri
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.9.1.57-72

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) memegang peran krusial dalam membangun citra perusahaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi komunikasi diterapkan dalam setiap tahapan manajemen CSR “Rembuk Stunting” yang diinisiasi oleh The Park Mall Solo bersama berbagai instansi untuk menangani isu stunting di Kabupaten Sukoharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen CSR tersebut dijalankan dari perspektif komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, studi pustaka, dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan menggunakan teori manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) oleh George R. Terry untuk membedah proses manajerial yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, strategi komunikasi dirancang untuk mengidentifikasi khalayak sasaran dan merumuskan pesan persuasif. Tahap pengorganisasian berfokus pada pembangunan alur komunikasi yang efektif antar-stakeholder melalui berbagai saluran untuk memastikan sinergi program. Pada tahap pelaksanaan, digunakan strategi kampanye komunikasi terpadu melalui media daring dan luring untuk menyebarkan pesan edukatif secara masif. Sementara pada tahap pengawasan, evaluasi komunikasi menunjukkan pesan diterima dengan baik oleh masyarakat, namun tantangan utama ditemukan pada sistem pendataan untuk pemantauan jangka panjang. Disimpulkan bahwa manajemen CSR ini telah berjalan terstruktur dari sisi komunikasi, namun efektivitasnya di masa depan bergantung pada perbaikan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut.