Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerja Sama Sister Province Pemerintah Jawa Barat Dan Prefektur Shizuoka Dalam Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi Rahayuni Imelda; Sintia Catur Sutantri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is geographically located in the Ring of Fire, which has the potential to cause major earthquakes and tsunamis. One of the areas that is prone to earthquakes is West Java Province, which is known to have quite a number of volcanoes and active faults such as the Lembang fault and the Cimandiri-Baribis fault. The condition of buildings that were damaged or collapsed due to earthquakes was caused by a lack of knowledge regarding building infrastructure that did not comply with Indonesian National Standards and the selection of inappropriate land locations. The lack of education, the absence of earthquake simulation training, and an inadequate early warning system were weaknesses of the government in handling earthquake disasters. To overcome this, the West Java government has established a sister province partnership with the Shizuoka Prefecture government in Japan, which has policies that are said to be successful in reducing earthquake risk. The partnership began in 2017 in the economic sector and human resource capacity building, and was renewed in 2022 with the addition of the disaster management sector. In conducting this qualitative research, interviews were conducted with sources from the West Java Provincial Government and Regional Autonomy Bureau. From the information obtained, the program that was developed was a training or online training course conducted by the Shizuoka Earthquake Prevention Center for the West Java Provincial Disaster Management Agency. This training covered material related to information on past earthquakes and tsunamis, earthquake disaster mitigation, including earthquake simulations conducted on Shizuoka residents. According to the informant, the results of this collaboration will continue to be evaluated for future work programs.   Keywords: Earthquake; sister province cooperation; paradiplomacy   Abstrak Indonesia secara geografis berada di kawasan Ring of Fire yang berpotensi menjadi ancaman terjadinya gempa dan tsunami besar. Salah satu wilayah yang sering terjadi gempa adalah Provinsi Jawa Barat, yang diketahui memiliki cukup banyak gunung api dan juga sesar-sesar yang masih aktif seperti sesar Lembang dan sesar Cimandiri-Baribis. Kondisi bangunan yang rusak hingga mengalami keruntuhan akibat gempa disebabkan karena minimnya pengetahuan terkait infrastruktur bangunan yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia dan pemilihan lokasi tanah yang kurang tepat. Kurangnya penyuluhan, pelatihan simulasi gempa yang belum ada, hingga sistem peringatan dini yang kurang memadai menjadi kelemahan pemerintah dalam penanganan bencana gempa. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Jawa Barat melakukan kerja sama sister province dengan pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang yang memiliki kebijakan yang dikatakan berhasil dalam pengurangan risiko gempa bumi. Kerja sama dilakukan sejak tahun 2017 pada sektor ekonomi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, kemudian diperbarui pada tahun 2022 dengan penambahan bidang kebencanaan. Dalam menyusun penelitian dengan metode kualitatif ini, dilakukan wawancara dengan narasumber dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Barat. Dari informasi yang didapatkan, program yang dihasilkan adalah adanya pelatihan atau online training course yang dilakukan oleh Pusat Pencegahan Gempa Shizuoka kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat. Pelatihan yang diterima ini berisi penyampaian materi terkait informasi gempa dan tsunami yang pernah terjadi, mitigasi bencana gempa, termasuk simulasi gempa yang dilakukan kepada warga Shizuoka. Menurut narasumber, hasil dari kerja sama ini akan terus dievaluasi untuk jadi program kerja ke depannya.   Kata Kunci: Gempa; kerja sama sister province; paradiplomasi
Kerjasama United Nations International Childrens Fund (UNICEF) Dan Indonesia Dalam Menangani Kasus Malnutrisi Pada Anak Melalui Program CPAP (Country Programme Action Plan) Tahun 2021-2025 Aulia Fadlillah Hikmatiar; Sintia Catur Sutantri; Agung Prija Utama; Apriadi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the role of UNICEF as an international organization in supporting efforts to address child malnutrition in Indonesia through the Country Programme Action Plan (CPAP) for the 2021–2025 period. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach to examine the forms, mechanisms, and contributions of the cooperation implemented. Data were collected through a literature review of official Indonesian government documents, UNICEF reports and publications, as well as relevant and credible academic literature. The analysis is guided by the theoretical frameworks of Institutional Liberalism, Human Security, and International Organization theory to understand UNICEF’s role in fostering cooperation, protecting children’s rights, and strengthening national capacity. The findings indicate that cooperation between UNICEF and the Government of Indonesia through the CPAP 2021–2025 has made a significant contribution to strengthening the national health and nutrition system. This contribution is reflected in technical and policy support, evidence-based advocacy, institutional capacity building at both national and subnational levels, and the implementation of multisectoral, inclusive, and community-based nutrition programs. Nevertheless, the implementation of CPAP programs continues to face several challenges, particularly disparities in local capacity, resource constraints, and the complexity of cross-sectoral coordination. Overall, the CPAP serves as a strategic instrument in supporting efforts to reduce child malnutrition and in advancing the fulfillment of children’s rights to health and adequate nutrition in Indonesia. Keywords: CPAP, Child Malnutrition Indonesia, International Cooperation, UNICEF   Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran UNICEF sebagai organisasi internasional dalam mendukung upaya penanganan malnutrisi pada anak di Indonesia melalui kerangka Country Programme Action Plan (CPAP) periode 2021–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk menggambarkan sekaligus menganalisis bentuk, mekanisme, dan kontribusi kerja sama yang dijalankan. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi pemerintah Indonesia, laporan dan publikasi UNICEF, serta literatur akademik yang relevan dan kredibel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka teori Liberalisme Institusional, Human Security, dan teori Organisasi Internasional untuk memahami peran UNICEF dalam mendorong kerja sama, perlindungan hak anak, serta penguatan kapasitas nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara UNICEF dan Pemerintah Indonesia melalui CPAP 2021-2025 berkontribusi signifikan terhadap penguatan sistem kesehatan dan gizi nasional. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui dukungan teknis dan kebijakan, advokasi berbasis bukti, pengembangan kapasitas institusi di tingkat nasional dan daerah, serta implementasi program gizi yang bersifat multisektoral, inklusif, dan berbasis komunitas. Namun demikian, pelaksanaan program CPAP masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait dengan ketimpangan kapasitas antar daerah, keterbatasan sumber daya, serta kompleksitas koordinasi lintas sektor. Secara keseluruhan, CPAP berperan sebagai instrumen strategis dalam mendukung upaya penurunan malnutrisi anak sekaligus memperkuat pemenuhan hak anak atas kesehatan dan gizi yang layak di Indonesia. Kata Kunci: CPAP, Indonesia, Kerja Sama Internasional, Malnutrisi Anak, UNICEF.