Wijaya, Dhina Pusapasari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Aisah, Siti; Yazid, Ahmad Subhan; Wijaya, Dhina Pusapasari; Danianti, Dita
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 8 No 1 (2026): EDISI 27
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v8i1.6748

Abstract

Tanaman cabai merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi dan menjadi bahan utama dalam berbagai masakan. Namun, budidayanya menghadapi tantangan serius akibat serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas serta produktivitas panen. Proses diagnosis yang masih dilakukan secara manual dan keterbatasan tenaga ahli turut memperburuk kondisi tersebut. Berdasarkan data produksi cabai di Kabupaten Bantul, terjadi fluktuasi signifikan dengan penurunan tajam dari hampir 40.000 ton pada tahun 2021 menjadi sekitar 9.000 ton pada tahun 2023. Salah satu penyebabnya adalah serangan hama patek yang memengaruhi lebih dari 100 hektar lahan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Berbasis Web menggunakan metode Certainty Factor. Metode ini diterapkan untuk menghitung tingkat keyakinan berdasarkan gejala yang dimasukkan sehingga sistem dapat memberikan hasil diagnosa yang lebih akurat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendiagnosis lima jenis penyakit dan tiga jenis hama. Pada salah satu kasus uji, sistem menghasilkan tingkat kepastian sebesar 96,67% untuk penyakit Lalat Buah. Selain itu, pengujian Black Box Testing membuktikan bahwa seluruh fungsionalitas sistem berjalan dengan baik. Dengan adanya sistem ini, petani dapat melakukan diagnosis secara cepat, mandiri, dan memperoleh rekomendasi penanganan yang tepat.