Kesiapan menikah adalah salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh individu sebelum menikah terutama bagi wanita di usia dewasa awal. Salah satu faktor penting dari kesiapan menikah adalah faktor keberadaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan menikah pada wanita muda yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria: wanita muda yang berusia antara 22-26 tahun dengan pendidikan terakhir S.1. Hasil penelitian menunjukan bagaimana gambaran kesiapan wanita muda untuk menikah dengan merujuk kepada aspek-aspek dan indikator-indikator yang mendukung gambaran kesiapan menikah, seperti 1) aspek love, dengan indikator merasa aman dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, 2) aspek respect, dengan indikator memahami pikiran, 3) aspek communication, dengan indikator emotional readiness, 4) dan aspek personality fulfillment, dengan indikator marital life skills, financial readiness, contextual dan social readiness, interpersonal readiness, mental readiness, serta kesiapan psikologis. Berdasarkan analisis terhadap aspek-aspek yang menggambarkan kesiapan menikah dari tiga wanita muda, ditemukan bahwa ketiga partisan hanya menunjukan tiga aspek kesiapan menikah, yaitu aspek love, respect, dan personality fullfillment, namun untuk aspek communication ketiga partisipan belum serius atau belum berani untuk membuka komunikasi dengan lawan jenis. Sementara untuk aspek personality fulfillment dari tiga orang partisipan juga belum sepenuhnya siap. Ada enam indikator untuk kesiapan menikah untuk aspek personality fullfillment, namun ketiga partisipan belum memenuhi di salah satu indikator, yaitu mental readiness.