Nutrition education is an effective strategy to improve maternal knowledge regarding appropriate nutritional intake for toddlers, particularly in efforts to prevent stunting. This study aimed to analyze the effect of nutrition education on increasing the knowledge of mothers with stunted toddlers. A pre-experimental design with a one-group pre–post test approach was employed, involving 42 respondents selected using simple random sampling. The research instrument consisted of a 20-item knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. Nutrition education was delivered through lectures and leaflet media, followed by assessments of maternal knowledge before and after the intervention. The results showed a significant increase in knowledge, as indicated by changes in knowledge categories from pre-test to post-test and the Wilcoxon test result with p = 0.000. These findings demonstrate that nutrition education plays an important role in enhancing maternal understanding of toddler nutrition as a preventive measure against stunting. Routine implementation of nutrition education in healthcare settings is recommended to strengthen promotive and preventive efforts related to child nutritional health. ABSTRAK Edukasi gizi merupakan salah satu upaya efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemenuhan nutrisi balita sebagai bagian dari pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu yang memiliki balita stunting. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre–post test dengan melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 20 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Edukasi gizi diberikan melalui ceramah dan media leaflet, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar ibu berada pada kategori pengetahuan kurang (50,0%) dan cukup (47,6%), dengan hanya 2,4% yang memiliki pengetahuan baik, setelah edukasi, proporsi pengetahuan baik meningkat menjadi 64,3%, sementara kategori pengetahuan kurang menjadi 9,5% dan kategori cukup menjadi 26,2%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan perubahan kategori pengetahuan ibu dari pre-test ke post-test serta hasil uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman ibu terkait pemenuhan nutrisi balita sebagai langkah pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan penerapan edukasi gizi secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif terkait kesehatan gizi anak.