Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna leksikal dan makna gramatikal yang terkandung dalam puisi "Tak Sendiri" karya R. T. Kalalo melalui pendekatan semantik. Puisi ini merupakan salah satu karya dalam kumpulan puisi berjudul "Untuk Sahabat" yang mengangkat tema persahabatan spiritual dan kekuatan karunia Tuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif, pencatatan, dan kategorisasi data berdasarkan jenis makna yang ditemukan. Teknik analisis data menggunakan analisis konten yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi "Tak Sendiri" mengandung 14 kata dengan makna leksikal yang kaya akan dimensi spiritual dan eksistensial, serta 12 kata dengan makna gramatikal yang terbentuk melalui proses afiksasi dan komposisi. Makna leksikal yang dominan berkaitan dengan kata-kata yang menggambarkan aktivitas spiritual (langkahku, tanganku, nuraniku, berkarya) dan kondisi eksistensial (berdiri, merebah, sentosa). Makna gramatikal ditemukan melalui penggunaan prefiks ber- yang menyatakan keadaan atau aktivitas, prefiks me(N)- yang menyatakan melakukan perbuatan, sufiks -ku yang menyatakan kepemilikan personal, sufiks -Mu yang menyatakan kepemilikan kepada Tuhan, dan konfiks kan-lah yang menyatakan permohonan atau doa. Interpretasi semantik menunjukkan bahwa puisi ini menggambarkan pengalaman spiritual persona lirik yang merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya, sehingga tidak pernah merasa sendirian atau merana. Melalui pilihan kata yang tepat dan penggunaan proses gramatikal yang efektif, penyair berhasil mengkomunikasikan pesan keintiman hubungan spiritual dengan Tuhan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mendalam terhadap karya sastra Indonesia, khususnya puisi bertemakan spiritualitas dan persahabatan, serta memperkaya analisis linguistik dalam kajian semantik puisi.