Perubahan lingkungan usaha perbankan dalam satu dekade terakhir ditandai oleh meningkatnya kompleksitas risiko yang bersifat baru dan berkembang (emerging risk). Di antara emerging risk yang paling menonjol, risiko iklim dan risiko digital semakin diakui memiliki implikasi signifikan terhadap stabilitas dan keberlanjutan perbankan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tata kelola risiko perbankan di era emerging risk melalui sintesis literatur konseptual yang berfokus pada risiko iklim dan risiko digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka konseptual dengan menganalisis literatur akademik dan dokumen kebijakan yang relevan melalui teknik sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko iklim dan risiko digital bersifat lintas kategori, sistemik, dan berfungsi sebagai risk drivers yang memperkuat berbagai jenis risiko keuangan dan non-keuangan. Pembahasan juga mengungkap bahwa praktik pengelolaan risiko perbankan masih cenderung terfragmentasi, sehingga berpotensi melemahkan efektivitas tata kelola risiko. Artikel ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola risiko terintegrasi melalui pendekatan Enterprise Risk Management (ERM), dengan peran aktif dewan komisaris dan manajemen puncak dalam mengintegrasikan risiko iklim dan risiko digital ke dalam strategi dan pengambilan keputusan perbankan. Secara konseptual, artikel ini memberikan kontribusi dengan menawarkan perspektif integratif atas tata kelola risiko perbankan di era emerging risk, serta memberikan implikasi bagi praktik perbankan dan pengembangan kebijakan. Kata kunci: emerging risk; risiko iklim; risiko digital; tata kelola perbankan.