Perdarahan intraserebral (PIS) dan perdarahan subarachnoid (PSA) merupakan kegawatdaruratan neurologis yang berisiko tinggi menyebabkan mortalitas, sedangkan pada penyakit jantung bawaan sianotik seperti Tetralogi Fallot (TOF) komplikasi neurologis lebih sering bersifat iskemik dibandingkan hemoragik. Kejadian simultan PIS dan PSA pada TOF yang tidak terkoreksi merupakan kondisi yang sangat jarang dilaporkan dan memiliki implikasi klinis yang serius. Laporan ini bertujuan menggambarkan karakteristik klinis, temuan penunjang, serta perjalanan klinis pasien dengan kombinasi perdarahan tersebut pada TOF. Dilaporkan seorang pria 22 tahun dengan riwayat TOF tidak terkoreksi yang datang dengan keluhan sakit kepala progresif, muntah, dan hemiparesis kiri akut. Pemeriksaan neurologis menunjukkan kelemahan ekstremitas kiri, paresis nervus fasialis sentral, serta keterlibatan nervus hipoglosus. Pemeriksaan laboratorium menemukan polisitemia, trombositopenia, dan disfungsi ginjal. Neuroimaging memperlihatkan perdarahan intraserebral parieto-oksipital kanan berukuran besar (±130 cm³) disertai perdarahan subarachnoid, midline shift, dan edema serebri. Pasien mendapatkan terapi suportif berupa agen osmotik, antifibrinolitik, dan suplementasi oksigen, namun kondisi klinis terus memburuk akibat deteriorasi neurologis dan gangguan kardiopulmoner. Kombinasi hipoksemia kronis, eritrositosis, hiperviskositas, fragilitas vaskular, serta gangguan hemostasis pada TOF diduga berperan dalam meningkatkan risiko ruptur vaskular dan terjadinya perdarahan masif. Koeksistensi efek massa fokal dan perdarahan sisternal difus memperberat tata laksana serta memperburuk prognosis. Kasus ini menegaskan bahwa meskipun jarang, stroke hemoragik simultan pada TOF dapat terjadi dan bersifat fatal, sehingga diperlukan kewaspadaan klinis tinggi, deteksi dini, dan pendekatan multidisiplin pada pasien penyakit jantung bawaan sianotik dengan defisit neurologis akut.