Witraguna, Kadek Yudista Witraguna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembelajaran Matematika Era Digital di Sekolah Dasar: Perspektif Filsafat Kontemporer Witraguna, Kadek Yudista Witraguna; Anantawikrama Tungga Atmadja; I Nyoman Tika; I Wayan Suastra
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026 (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5543

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran matematika di sekolah dasar dari aktivitas berbasis manipulasi konkret menuju pengalaman belajar yang bersifat virtual dan interaktif. Perubahan ini menimbulkan tantangan terhadap karakteristik kognitif anak usia operasional konkret yang masih membutuhkan pengalaman belajar nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pengetahuan matematika anak sekolah dasar di era digital melalui perspektif filsafat konstruktivisme dan pendidikan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap literatur primer dan sekunder yang terbit antara tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya pengalaman belajar jika digunakan secara integratif dengan pengalaman konkret serta didukung oleh bimbingan guru sebagai fasilitator dan mediator pengetahuan. Selain itu, filsafat pendidikan kontemporer seperti gagasan ethic of care dari Nel Noddings dan pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan sebagai proses “menuntun kodrat anak” menegaskan pentingnya dimensi kemanusiaan dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, pembelajaran matematika di era digital harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai humanistik agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara kognitif, tetapi juga reflektif, beretika, dan berkarakter.