Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat mengembangkan karakter siswa terkait dengan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam memahami konsep munafik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi dampak PBL terhadap pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dapat membantu siswa untuk mengembangkan karakter yang lebih baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Melalui PBL, siswa diajak untuk merefleksikan perilaku munafik yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari mereka dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep munafik, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menerapkan nilai-nilai keislaman dalam tindakan sehari-hari. Proses refleksi dan diskusi dalam kelompok juga mendorong siswa untuk berbagi pengalaman dan pandangan, yang selanjutnya memperkaya proses pembelajaran. Dengan demikian, PBL tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga menekankan pentingnya karakter dan etika dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL secara luas dalam pendidikan agama untuk membentuk generasi yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pembelajaran, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang tinggi. This study aims to examine the extent to which Problem-Based Learning (PBL) can develop students' character in relation to Islamic values, specifically in understanding the concept of hypocrisy (munafik). Using a descriptive qualitative approach, this research explores the impact of PBL on character formation in the context of religious education. The findings indicate that PBL can help students develop better character traits, such as honesty, responsibility, and teamwork skills. Through PBL, students are encouraged to reflect on hypocritical behaviors that often arise in their daily lives and seek solutions to address these issues. This activity not only enhances their understanding of the concept of hypocrisy but also reinforces their awareness of the importance of applying Islamic values in everyday actions. The reflection and discussion processes within groups also motivate students to share experiences and perspectives, thereby enriching the learning process. Consequently, PBL focuses not only on academic aspects but also emphasizes the significance of character and ethics in education. This study recommends the broad implementation of PBL in religious education to cultivate a better generation grounded in strong Islamic values. By integrating these values into learning, it is hoped that students will grow into individuals who are not only intellectually capable but also possess high integrity and morality.