Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons netizen terhadap retorika kritik ajaran menyimpang di ruang digital serta mengkaji pola komunikasi netizen berdasarkan perspektif komunikasi Islam. Penelitian difokuskan pada interaksi netizen dalam kolom komentar video YouTube yang membahas kritik terhadap ajaran yang dianggap menyimpang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual atau netnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan dokumentasi komentar netizen pada media sosial YouTube. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi untuk melihat bentuk respons, pola interaksi komunikasi, serta penerapan prinsip komunikasi Islam dalam ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons netizen didominasi oleh dukungan, penolakan, komunikasi argumentatif, serta konflik verbal yang dipengaruhi oleh faktor emosional dan identitas kelompok. Pola komunikasi netizen dalam ruang digital cenderung berlangsung secara spontan, terbuka, dan emosional sehingga memunculkan polarisasi opini publik pada isu keagamaan. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan prinsip komunikasi Islam seperti Qoulan Sadida, Qoulan Ma’rufa, Qoulan Layyina, dan Qoulan Karima masih belum optimal dalam interaksi digital netizen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memperlihatkan dinamika komunikasi keagamaan sekaligus tantangan etika komunikasi Islam di era digital. Kata Kunci: Etnografi Virtual, Komunikasi Islam, Media Sosial, Respons Netizen, Ruang Digital