Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SALES GROWTH DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP TAX AVOIDANCE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI NON CYCLICAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023) Dicky Sulaeman; Lukman Anthoni
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris bahwa sales growth, capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor industri barang konsumsi non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah sales growth dan capital intensity. Sedangkan variabel dependen adalah tax avoidance. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel, sehingga diperoleh 36 perusahaan yang akan diuji dengan masa pengamatan 5 tahun observasi, sehingga diperoleh 180 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan model regresi data panel, dengan pemilihan model terbaik uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, pemilihan model regresi, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan perangkat lunak yaitu Eviews 9 dan model yang terbaik yang digunakan adalah fixed effect model. Dari penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa sales growth dan capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance secara simultan. Selanjutnya sales growth dan capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance. Nilai adjusted R-squared sebesar 41,39% menunjukan bahwa kontribusi kedua variable independen dalam menjelaskan variasi tax avoidance cukup baik. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya memasukan variabel lain seperti ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, tata kelola perusahaan sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi tax avoidance.
PENGARUH SALES GROWTH DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP TAX AVOIDANCE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI NON CYCLICAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023) Dicky Sulaeman; Lukman Anthoni
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris bahwa sales growth, capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor industri barang konsumsi non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah sales growth dan capital intensity. Sedangkan variabel dependen adalah tax avoidance. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel, sehingga diperoleh 36 perusahaan yang akan diuji dengan masa pengamatan 5 tahun observasi, sehingga diperoleh 180 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan model regresi data panel, dengan pemilihan model terbaik uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, pemilihan model regresi, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan perangkat lunak yaitu Eviews 9 dan model yang terbaik yang digunakan adalah fixed effect model. Dari penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa sales growth dan capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance secara simultan. Selanjutnya sales growth dan capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance. Nilai adjusted R-squared sebesar 41,39% menunjukan bahwa kontribusi kedua variable independen dalam menjelaskan variasi tax avoidance cukup baik. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya memasukan variabel lain seperti ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, tata kelola perusahaan sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi tax avoidance.