Jepang dikenal sebagai negara dengan budaya konsumsi teh yang sangat kuat, namun dalam praktiknya Jepang juga merupakan salah satu konsumen dan importir kopi terbesar di dunia. Kondisi ini menjadikan pasar Jepang menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks ekspansi kopi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa kopi Indonesia memiliki permintaan yang tinggi di Jepang meskipun budaya teh masih dominan, serta menjelaskan peran diplomasi ekonomi berbasis komoditas dalam mendukung ekspansi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta data sekunder dari Badan Pusat Statistik, ITC Trade Map, artikel berita, dan jurnal ilmiah yang relevan. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan konsep diplomasi dengan turunan diplomasi ekonomi dan gastrodiplomasi serta konsep national branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Jepang secara historis identik dengan budaya teh, terjadi pergeseran gaya hidup urban yang meningkatkan permintaan terhadap kopi specialty. Kopi Indonesia diminati karena keunggulan kualitas, keragaman varietas, serta narasi asal-usul produk yang sesuai dengan preferensi konsumen Jepang. Selain itu, diplomasi ekonomi Indonesia melalui promosi perdagangan, keterlibatan dalam Specialty Coffee Association of Japan, serta dukungan institusional seperti Indonesian House of Beans berperan penting dalam memperkuat citra dan akses pasar kopi Indonesia di Jepang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsistensi permintaan kopi Indonesia di Jepang merupakan hasil interaksi antara dinamika konsumsi, keunggulan komoditas, dan strategi diplomasi ekonomi yang terintegrasi.