Experiential Learning Program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan praktik profesional di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pengelolaan aset tetap dan supplies pada PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) dalam kerangka pelaksanaan Experiential Learning Program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa logbook kegiatan magang, observasi langsung, dan dokumentasi prosedur kerja selama periode Oktober hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap dilakukan melalui sistem digital terintegrasi yang mencakup pencatatan biaya renovasi toko sebagai aset, pengelompokan aset berdasarkan kategori dan lokasi, perhitungan penyusutan sesuai masa manfaat, serta prosedur penjualan aset tidak terpakai melalui mekanisme P3AT yang melibatkan pengawasan internal. Pengelolaan supplies dilakukan melalui sistem administrasi dan pengendalian biaya operasional guna menjaga efisiensi dan akurasi pelaporan. Implementasi teknologi informasi mendukung transparansi, mempercepat proses dokumentasi, dan meningkatkan koordinasi antarunit kerja. Dari sisi pembelajaran, kegiatan Experiential Learning Program meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam administrasi aset dan rekonsiliasi data keuangan, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, disiplin, dan tanggung jawab profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pengalaman kerja dalam kurikulum mampu menjembatani kesenjangan antara teori administrasi bisnis dan praktik operasional perusahaan ritel modern, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa secara komprehensif.