Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan perkembangan anak usia dini di KB dan TK Cahya Mentari, yang mencakup aspek kognitif (fokus belajar dan rentang perhatian), komunikasi, perilaku makan, serta kemampuan motorik halus. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam bersama pendidik, ditemukan bahwa permasalahan utama anak meliputi rendahnya rentang perhatian (hanya 5–7 menit), hambatan bicara akibat kecemasan, pemilihan makanan yang ketat (picky eating), serta keterlambatan motorik halus dalam aktivitas menggunting dan menulis. Faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena ini meliputi kurangnya variasi kegiatan, stimulasi aktivitas jari yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang belum maksimal akibat kesibukan. Dampak dari permasalahan ini manifestasi pada rendahnya rasa percaya diri anak, hambatan interaksi sosial, dan ketidaksiapan memasuki jenjang pendidikan dasar. Sebagai solusi, lembaga menerapkan strategi intervensi terpadu yang berbasis dukungan kognitif dan personal, seperti penggunaan media multisensori, instruksi singkat yang berulang, pembiasaan makan sesuai protokol standar, serta integrasi program kreatif seperti bermain plastisin. Hasil penelitian menegaskan bahwa kolaborasi intensif antara guru dan orang tua serta lingkungan belajar yang nyaman sangat krusial dalam meningkatkan durasi fokus, keterampilan bicara, kemandirian makan, dan kematangan motorik halus anak secara konsisten.