Stunting merupakan kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak balita akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Anak dengan tinggi badan di bawah standar usianya dikategorikan sebagai stunted atau severely stunted apabila panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) berdasarkan umur berada di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan ibu hamil dan balita di Desa Cibunar, Kabupaten Sumedang, pada periode Mei 2023. Penelitian dilakukan dengan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan data primer dan pengukuran antropometri pada anak usia 0-59 bulan di desa Cibunar kabupaten Sumedang. Gambaran balita di desa Cibunar paling banyak laki-laki (57.8%), usia 2-<5 tahun (53.0%), BB/U bergizi baik (73.3%), TB/U normal (48.9%), IMT/U normal (91.1%), BB/TB (88.9%). Gambaran ibu hamil di desa Cibunar paling banyak berusia antara 20-35 tahun (73.3%), pekerjaan ibu rumah tangga (80.0%), pendidikan SMP (40.0%), dengan kehamilan trimester 3 (46.7%), dengan status paritas gestasi paling banyak 5 (33.3%), partus 0 dan 1 (40.0%) dan abortus 0 (86,7%), sebanyak 8 ibu hamil memiliki komplikasi yang berbeda-beda (53.3%), tinggi badan >150cm (73.3%), hasil pengukuran LILA paling banyak gizi baik (80.0%), IMT normal (60.0%). Lebih banyak laki-laki yang mengalami stunting. Menurut BB/U laki-laki lebih banyak yang memiliki gizi baik. Menurut IMT/U laki-laki lebih banyak yang memiliki IMT normal.