Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gangguan Berbahasa dan Implikasinya Terhadap Proses Kognitif Studi Psikolinguistik Hafara Nurisra; Nurul Huda; Fatmawati Fatmawati
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i1.8864

Abstract

Bahasa merupakan kemampuan fundamental manusia yang berperan penting dalam proses berpikir, komunikasi, dan pengolahan informasi. Dalam perspektif kognitif, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana utama dalam membangun, menyimpan, dan mengorganisasi konsep mental. Gangguan berbahasa menjadi persoalan penting karena tidak hanya memengaruhi aspek linguistik, tetapi juga berdampak langsung terhadap proses kognitif individu. Individu dengan gangguan berbahasa sering mengalami hambatan dalam memahami, memproduksi, dan menggunakan bahasa secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan berpikir, belajar, serta berinteraksi sosial. Oleh karena itu, kajian gangguan berbahasa perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan keterkaitannya dengan proses kognitif melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis gangguan berbahasa, faktor penyebabnya, serta implikasi gangguan berbahasa terhadap proses kognitif manusia dalam perspektif psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku teks, jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta artikel penelitian yang relevan dengan topik gangguan berbahasa dan proses kognitif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi tema, pola, dan keterkaitan antara bahasa dan kognisi berdasarkan kerangka psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan berbahasa meliputi gangguan reseptif, ekspresif, fonologis, sintaksis, semantik, dan pragmatik yang masing-masing memiliki implikasi berbeda terhadap proses kognitif. Gangguan berbahasa terbukti berhubungan erat dengan keterbatasan memori kerja, perhatian, pemrosesan informasi, serta fungsi eksekutif. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dan kognisi merupakan sistem yang saling terintegrasi, sehingga gangguan berbahasa berdampak luas terhadap aktivitas berpikir, pembelajaran, dan interaksi sosial individu.