Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe pembangkit listrik alternatif thermoelectric generator (TEG) sebagai media pembelajaran energi terbarukan yang efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Komponen utama prototipe terdiri dari tungku briket batok kelapa sebagai sumber panas, empat buah modul Peltier SP 1848-27145 SA yang disusun seri, sistem pendingin air, serta boost converter XL6009 untuk menstabilkan tegangan keluaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa performa terbaik dicapai saat menggunakan sistem pendingin air radiator, dengan suhu sisi panas mencapai 150,5°C dan sisi dingin 34,9°C. Kondisi ini menghasilkan beda temperatur (ΔT) sebesar 115,6°C yang mampu membangkitkan tegangan hingga 3,44 Volt sebelum masuk ke boost converter. Melalui penggunaan boost converter, tegangan berhasil ditingkatkan menjadi 12,89 Volt untuk menyuplai beban lampu DC 10 Watt. Arus puncak yang dihasilkan tercatat sebesar 0,588 Ampere dengan daya listrik maksimum mencapai 7,58 Watt. Penelitian ini membuktikan bahwa prototipe mampu mengonversi energi panas menjadi listrik secara efektif untuk aplikasi skala kecil dan layak digunakan sebagai sarana edukasi teknologi energi baru terbarukan.