This study aims to describe the forms and functions of directive speech acts used by tutors and students in the learning process of the Package C Equivalency Program at the Learning Activity Center (SKB) in Sigi Regency. This study uses a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. Data were obtained through observations of learning activities, interviews, and recordings of tutors' and students' utterances. The results show that the directive speech acts used include commands, requests, invitations, suggestions, persuasion, and motivation. Tutors predominantly use directive speech acts in the form of commands and invitations to direct and motivate students during learning. Meanwhile, students tend to use directive speech acts in the form of requests and suggestions, which reflect reciprocal interaction. The use of these directive speech acts serves to direct the learning process while building participatory and conducive communication in the context of non-formal education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan oleh tutor dan peserta didik dalam proses pembelajaran Program Kesetaraan Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara, serta perekaman tuturan tutor dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif yang digunakan meliputi perintah, permintaan, ajakan, saran, bujukan, dan motivasi. Tutor lebih dominan menggunakan tindak tutur direktif berupa perintah dan ajakan untuk mengarahkan dan memotivasi peserta didik selama pembelajaran. Sementara itu, peserta didik cenderung menggunakan tindak tutur direktif dalam bentuk permintaan dan saran, yang mencerminkan adanya interaksi timbal balik. Penggunaan tindak tutur direktif tersebut berfungsi untuk mengarahkan proses pembelajaran sekaligus membangun komunikasi yang partisipatif dan kondusif dalam konteks pendidikan nonformal.