Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang PMS membuat remaja putri tidak sadar akan pentingnya kesehatan reproduksinya bahkan tidak memperhatikan kesehatan diri. Kurangnya pengetahuan tentang PMS kebanyakan membuat remaja putri ini tidak melakukan penanganan terhadap PMS. Pengetahuan tentang PMS sangat penting agar dapat bersikap positif terhadap gejalanya. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek, sehingga sikap positif ditunjukkan dengan mampu melakukan penanganan dini dan pencegahan dini terhadap PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi syndrome di SMPN 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan Kelas VIII SMPN 2 Bengkulu tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 390 reponden teknik pengambilan sampel dengan cara Cluster Random Sampling sebanyak 80 orang. Data penelitian data primer dan sekunder,data dikaji dengan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square dan Contingency Coefficient. Hasil penelitian ini didapatkan pengetahuan 44 responden memiliki pengetahuan baik, 19 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 17 responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap 64 responden (80%) memiliki sikap positif, sedangkan 16 responden (20%) memiliki sikap negatif. Ada hubungan yang signifikan anatara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu Dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome