Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proyeksi Perubahan Luasan Daratan Pesisir Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Penurunan Muka Tanah Di Jakarta Dan Semarang Periode 2025-2100 Fauziyah, Hasnaira Handayani; Rosalia, Ayang Armelita; Suaydhi, Suaydhi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8721

Abstract

Wilayah pesisir Jakarta dan Semarang merupakan kawasan urban yang mengalami tekanan lingkungan akibat kombinasi proses alami dan aktivitas antropogenik. Pertumbuhan sektor industri, pelabuhan, dan permukiman telah memicu eksploitasi air tanah dan mempercepat penurunan muka tanah (land subsidence). Seiring meningkatnya suhu global yang menyebabkan kenaikan muka air laut (sea level rise/SLR), kondisi ini meningkatkan risiko kehilangan daratan pesisir dan genangan permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memproyeksikan perubahan luasan daratan pesisir yang berpotensi mengalami genangan permanen akibat kedua proses tersebut. Analisis proyeksi untuk periode 2025–2100 dilakukan dengan skenario Representative Concentration Pathway (RCP) 4,5 dan RCP 8,5 berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) AR6 serta regresi linier terhadap data penurunan tanah hasil pengamatan InSAR dan GPS berbasis literatur. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada tahun 2100, Jakarta mengalami kenaikan muka laut relatif (RSLR) hingga 1,25 m dengan luas genangan 75,86 km², sedangkan Semarang mencapai 0,99 m dengan 45,89 km². Perbedaan tingkat kerentanan dikontrol oleh karakteristik tanah aluvial lunak, intensitas pemompaan air tanah, dan beban infrastruktur padat yang menjadikan penurunan muka tanah menjadi faktor dominan. Kombinasi keduanya secara signifikan mempercepat penyusutan luas daratan pesisir di kedua kota hingga akhir abad ke-21.  Kata kunci: mitigasi pesisir, perubahan iklim, proyeksi jangka panjang, pemodelan spasial, representative concentration pathway