Dionosius, Lius
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KINERJA PORTOFOLIO SAHAM DENGAN METODE SHARPE, TREYNOR, DAN JENSEN (STUDI PADA SAHAM IDX80) Dionosius, Lius; Marvin Hendrily; Kuswanto, Randy
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 4 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/re923349

Abstract

Perkembangan pasar modal Indonesia yang semakin rumit menuntut penggunaan metode yang lebih canggih dalam menilai kinerja portofolio saham, terutama untuk saham-saham berkapitalisasi besar dan memiliki tingkat likuiditas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja portofolio saham dalam indeks IDX 80 dengan menerapkan tiga pendekatan analisis, yaitu metode Sharpe, Treynor, dan Jensen, pada periode 2021 hingga 2024, dengan fokus pada pengukuran imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted return) berdasarkan perhitungan return harian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan perbandingan, serta teknik purposive sampling untuk memilih saham yang secara konsisten tercatat dalam indeks IDX 80. Data yang digunakan merupakan data sekunder, meliputi harga saham harian, tingkat suku bunga SBI yang dikonversi ke tingkat harian sebagai proxy risk-free rate, serta return pasar yang direpresentasikan oleh IHSG. Teknik analisis data mencakup statistik deskriptif, transformasi Z-score, dan analisis korelasi untuk mengukur konsistensi peringkat kinerja antar ketiga metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kinerja portofolio yang cukup signifikan. Nilai rasio Sharpe, yang sebelumnya tergolong sangat baik sebesar 4,610 pada tahun 2022, turun menjadi negatif -0,066 pada tahun 2024. Rasio Treynor juga menunjukkan penurunan dari 0,04545 menjadi -0,00057. Sementara itu, Jensen's Alpha tetap menunjukkan nilai positif, meskipun mengalami penurunan dari 0,000198 menjadi 0,000186. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi makroekonomi, kebijakan moneter dari Bank Indonesia, serta pelemahan kinerja fundamental emiten merupakan faktor utama yang menyebabkan penurunan kinerja portofolio. Ketiga metode evaluasi secara konsisten mencerminkan tren penurunan kinerja, meskipun Jensen's Alpha cenderung memberikan pandangan yang lebih optimistis terhadap potensi portofolio untuk mengungguli pasar. Studi ini menegaskan pentingnya penggunaan berbagai indikator kinerja secara simultan dalam menilai performa portofolio serta memberikan kontribusi empiris bagi kajian literatur pengukuran kinerja portofolio di pasar modal Indonesia, khususnya dalam situasi pasar yang penuh tantangan dan kondisi suku bunga yang meningkat.