Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan parameter kualitas air dengan kelimpahan fitoplankton pada budidaya udang vannamei pola intensif di Situbondo Jawa Timur -, Shania Maulidhya
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.2.%p

Abstract

Pertumbuhan dan panen udang yang optimal sangat dipengaruhi oleh kualitas air sebagai faktor dominan dalam memengaruhi pertumbuhan dan sintasan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kualitas air dengan kelimpahan fitoplankton. Penelitian ini menggunakan metode survey, penentuan stasiun dan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Komposisi fitoplankton yang ditemukan di perairan tambak udang vaname terdiri dari 5 kelas dengan total 9 genus, sedangkan saat cerah berjumlah lebih banyak (12 genus). Bacillariophyceae mendominasi perairan saat hujan sedangkan Chlorophyceae mendominasi perairan saat cerah. Komposisi jenis plankton sesuai harapan kecuali kelompok Cyanophyceae saat cerah. Ditemukan genus Rhizosolenia yang diduga menjadi indikator terjadinya eutrofikasi. Nilai rata-rata kelimpahan fitoplankton dari ketiga titik sampling saat hujan berkisar antara 3.06x106 - 5.48x106 ind/L. Sedangkan saat cerah diperoleh kelimpahan berkisar antara 4.03x106 - 6.61x106 ind/l. Kelimpahan pada semua titik sampling menunjukkan perairan eutrofik (>15000). Kualitas air secara umum tidak berbeda dan memenuhi standar baku mutu kecuali nilai nitrat dan fosfat. Parameter suhu dan kecerahan memiliki tingkat keeratan hubungan dengan kelimpahan plankton yang paling kuat dibandingkan parameter lainnya. Kualitas perairan berkorelasi positif kecuali pH dan nitrat. Hasil PCA menunjukan adanya perbedaan kelimpahan antar stasiun pengamatan maupun antar kondisi hujan dan cerah.