Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Koordinasi Rele Arus Lebih di Perusahaan Nikel Indonesia Menggunakan Grasshopper Optimization Algorithm Putra, Riko Satrya Fajar Jaelani; Aulia Rahma Annisa; Yudi Andika; Sholahuddin Muhammad Irsyad; Rahmat Basya Shahrys Tsany
Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 02 (2025): Vol 06, No. 02 Desember 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science (ISAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/kn1tk933

Abstract

Setiap sistem kelistrikan bergantung pada ketersediaan energi yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas industri tetap berjalan. Gangguan listrik akan merusak peralatan listrik. Sistem proteksi berfungsi untuk meminimalkan hingga menghilangkan gangguan secara cepat, selektif, dan terkoordinasi demi meminimalkan kerusakan sistem dan memastikan pasokan listrik yang tidak terputus. Khususnya untuk rele arus lebih, time dial setting (TDS) merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan perihal koordinasi proteksi. TDS mengatur waktu operasi rele untuk mengamankan sistem kelistrikan. Umumnya, perhitungan manual digunakan untuk menentukan nilai TDS. Metode trial and error sering digunakan untuk mengoordinasikan rele satu sama lain. Metode ini telah berkembang menjadi algoritma cerdas yang dapat menemukan solusi secara efektif dan cepat, salah satu algoritmanya adalah grasshopper optimization algorithm (GOA). Hasil dari simulasi pada penelitian ini didapatkan nilai koordinasi antara rele 4 bekerja pada 0,1 detik & rele 3 bekerja pada 0,3 detik saat timbul gangguan pada trafo 2, rele 3 bekerja pada 0,297 detik & rele 2 bekerja pada 0,496 detik saat timbul arus gangguan pada bus 4, rele 2 bekerja pada 0,492 detik & rele 1 bekerja pada 0,493 saat timbul arus gangguan pada bus 3 serta kinerja rele 1 yang hanya sebagai primer untuk mengamankan generator bekerja pada 0,354 detik saat timbul arus gangguan pada bus 2 telah menghasilkan nilai perhitungan TDS yang akurat serta masih mematuhi aturan pengaturan minimum nilai coordination time interval (CTI) antara rele primer dan rele backup yaitu 0,2 detik dalam satu rating tegangan dan mendekati 0 di rating tegangan yang berbeda.
Evaluasi Kinerja Mesin Diesel Berbahan Bakar B30 Dengan Nano Aditif Hexagonal Boron Nitrida (hBN) Hasil Eksfoliasi M Faizur Rijal Azhad; Parman; Friska Intan Sukarno; Rahmat Basya Shahrys Tsany
Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan) Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/elementer.v12i1.6824

Abstract

Gesekan internal pada mesin pembakaran dalam berkontribusi besar terhadap kehilangan energi dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung pemanfaatan biodiesel B30, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan nanopartikel Hexagonal Boron Nitride (hBN) hasil eksfoliasi sebesar 0,5% massa sebagai aditif pelumas. Pengujian dilakukan pada mesin diesel satu silinder menggunakan Durability Test selama 200 jam mengikuti siklus Engine Manufacturers Association (EMA), dengan perbandingan pelumas tanpa aditif (hBN 0%) dan pelumas dengan aditif (hBN 0,5%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan hBN meningkatkan performa termomekanis mesin, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata daya sebesar 1,56% dan peningkatan torsi maksimum sebesar 3,6%. Temuan utama penelitian ini adalah penurunan rata-rata Specific Fuel Oil Consumption (SFOC) sebesar 6,36% pada kondisi rated power. Perbedaan kinerja tersebut terkonfirmasi signifikan secara statistik (p < 0,05), dengan deviasi data yang berada dalam batas pengulangan pengujian. Peningkatan efisiensi ini dikaitkan dengan mekanisme pelumasan rolling nano dari partikel hBN yang efektif menurunkan gesekan internal. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa aditif hBN berpotensi meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mendukung keberlanjutan operasional mesin diesel berbahan bakar biodiesel B30.