Astutik, Maya Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Usaha Kerajinan Bambu terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Aktivitas Ekonomi Lokal (Studi pada Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek) Astutik, Maya Dwi; Kafabih, Abdullah
Jurnal Administrasi Bisnis FISIPOL UNMUL Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/jadbis.v14i1.24091

Abstract

Javanese Bamboo adalah contoh sukses UMKM dalam memanfaatkan bambu menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Javanese Bamboo menciptakan berbagai kerajinan tangan yang berkualitas tinggi dengan bahan utama bambu. Maka dari itu, dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi kerajinan bambu terhadap penyerapan tenaga kerja sebagai penggerak ekonomi lokal. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana data bersumber pada data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara sedangkan data sekunder didapatkan dari karya tulis yang relevan. Kemudian data dikumpulkan melalui beberapa teknik seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya di analisis melalui beberapa tahap mulai dari tahap reduksi, penyusunan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Javanese Bamboo berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian lokal dengan mempekerjakan sekitar 850 orang, termasuk lansia. Meskipun pendapatan pengrajin masih rendah (Rp300.000–Rp1.000.000 per bulan), usaha ini tetap membantu meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Melalui diversifikasi produk dan pemasaran internasional hingga Eropa, Javanese Bamboo berhasil memperluas pasar berkat kualitas produk dan kemampuan adaptasinya. Namun, pengembangannya masih terkendala keterbatasan modal, akses pasar, informasi, serta dukungan kebijakan pemerintah. Secara keseluruhan, Javanese Bamboo berperan penting sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis potensi bambu di Dongko.