Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan penelitian mengenai manajemen rantai pasok sayuran berkelanjutan di Indonesia pada periode 2021–2025, serta mengidentifikasi tema utama, hubungan kata kunci, dan tren dalam penelitian yang muncul dalam literatur. Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan memanfaatkan perangkat lunak Publish or Perish untuk pengumpulan data serta VOSviewer untuk memetakan kata kunci (co-occurrence). Sebanyak 600 artikel diseleksi dari Google Scholar berdasarkan kata kunci terkait supply chain, vegetables, sustainability, dan Indonesia. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi klaster penelitian serta arah pengembangan tema yang diteliti. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus penelitian masih kuat pada isu hulu seperti peran petani, kualitas panen, dan penanganan pascapanen. Namun tren penelitian bergeser menuju isu keberlanjutan, pengurangan food waste, logistik dan distribusi, serta digitalisasi rantai pasok melalui teknologi seperti traceability dan blockchain. Visualisasi VOSviewer memperlihatkan adanya transisi dari model rantai pasok tradisional menuju sistem yang lebih efisien, transparan, dan ramah lingkungan. Implikasi Praktis: Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas petani, peningkatan infrastruktur logistik dingin, serta digitalisasi proses rantai pasok untuk menjaga mutu sayuran. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan keterlacakan produk dapat meningkatkan efisiensi distribusi serta membangun kepercayaan konsumen. Kebaruan: Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif yang menunjukkan perubahan arah literatur hortikultura Indonesia menuju rantai pasok yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menjadi dasar bagi pengembangan model manajemen rantai pasok sayuran modern yang relevan dengan kebutuhan industri pangan nasional.