This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGRIVIGOR
Shalsabila, Arfina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRIVIGOR

Aplikasi Actinomycetes Kulit Buah Kakao dan Inokulasi Actinomycetes Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) Sambung Pucuk: Application of Actinomycetes on Cocoa Fruit Skin and Inoculation of Actinomycetes on the Growth of Grafted Cocoa Plants (Theobroma Cacao L) Padjung, Rusnadi; Nasaruddin; Shalsabila, Arfina
Jurnal Agrivigor Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 2, DESEMBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v16i2.49576

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi aplikasi pemberian biochar kulit buah kakao dan inokulasi Actinomycetes yang dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2022 sampai Januari 2023, di Plantation Nusrsery Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kecamatan Talamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan terdiri atas 2 faktor, faktor pertama adalah pemberian Actinomycetes kulit buah kakao yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemberian Actinomycetes, Actinomycetes 1,5 kg/pohon dan Actinomycetes 2 kg/pohon. Sedangkan faktor kedua adalah pemberian Actinomycetes yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa Actinomycetes, Actinomycetes 20 106 CFU/mL, Actinomycetes 40 106 CFU/mL, dan Actinomycetes 60 106 CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pemberian Actinomycetes kulit buah kakao dengan Actinomycetes berpengaruh terhadap LMA (0,003095). Perlakuan Actinomycetes kulit buah kakao memberikan hasil tertinggi pada parameter diameter batang (37,04 mm), jumlah daun (22,97 helai) , luas daun (1212,6 cm2, indeks luas daun (0,39), klorofil a (206,1 µmol.m-2), klorofil b (yaitu 85,1 µmol.m-2), klorofil total (286,7 µmol.m-2) ,dan intersepsi cahaya (2610,0). Perlakuan Actinomycetes memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun (23,87 helai), Luas daun (1185,2 cm2), dan indeks luas daun (0,38).