Produksi cabai rawit di Indonesia mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir dengan tingkat permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan demikian produktivitas cabai rawit perlu untuk ditingkatkan salah satunya yaitu melalui perbaikan teknik budidaya dengan penggunaan ZPT giberelin dan pemangkasan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pemangkasan dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit serta untuk mengetahui kombinasi perlakuan yang optimal untuk meningkatkan hasil panen. Penelitian dilaksanakan di bulan Desember 2023 hingga Mei 2024 di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemangkasan dan ZPT. Faktor pemangkasan terdiri dari 2 taraf perlakuan (P0: Tanpa Pemangkasan, P1: Dengan Pemangkasan) dan ZPT GA3 terdiri dari 5 taraf perlakuan (Z1: GA3 0 ppm, Z2: GA3 25 ppm, Z3: GA3 50 ppm, Z4: GA3 75 ppm, Z5: GA3 100 ppm). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan pemangkasan dengan konsentrasi giberelin pada variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemangkasan pada tanaman cabai rawit memberikan pengaruh yang nyata lebih tinggi terhadap jumlah cabang sehingga peningkatan jumlah cabang berbanding lurus terhadap variabel hasil dan berpotensi dalam meningkatan produktivitas cabai rawit. Konsentrasi giberelin memberikan pengaruh yang nyata pada variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pada setiap variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit, terjadi peningkatan hingga pada konsentrasi 75 ppm dan terjadi penurunan pada konsentrasi giberelin 100 ppm.