Abstrak: The Pasaji Ponan tradition is a longstanding reciprocity practice that plays a central role in the social life of Sumbawa communities. It functions not only as a system of material exchange and mutual assistance but also as a mechanism for strengthening solidarity and preserving cultural identity. However, modernization, technological development, and shifts in social structure have influenced the form and meaning of this practice. This study employs a qualitative approach using mini ethnography to examine how social transformation affects the values of reciprocity within Pasaji Ponan in contemporary Sumbawa society. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Pasaji Ponan has undergone changes in the forms of exchange from agricultural products to processed foods and financial contributions and in coordination mechanisms that now often occur through digital platforms. Nevertheless, the core values of reciprocity, solidarity, and social honor remain intact. These adaptations demonstrate that Pasaji Ponan is not a static tradition but a flexible cultural practice capable of negotiating with social change. This study concludes that Pasaji Ponan remains relevant as a form of social capital and a marker of cultural identity among the people of Sumbawa. Keyword: Pasaji Ponan, reciprocity, social transformation. Abstrak: Tradisi Pasaji Ponan merupakan praktik resiprositas yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Sumbawa. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan bantuan, tetapi juga sebagai penguat solidaritas dan identitas budaya. Namun, modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan struktur sosial telah memengaruhi bentuk dan makna praktik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi mini untuk menganalisis bagaimana transformasi sosial memengaruhi nilai resiprositas dalam Pasaji Ponan pada masyarakat Sumbawa kontemporer. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasaji Ponan mengalami perubahan bentuk pemberian dari hasil pertanian menuju makanan olahan dan bantuan finansial serta pergeseran mekanisme koordinasi melalui media digital. Meskipun demikian, nilai inti resiprositas, solidaritas, dan kehormatan sosial tetap dipertahankan. Adaptasi ini membuktikan bahwa Pasaji Ponan bukan tradisi statis, melainkan praktik budaya yang fleksibel dan mampu bernegosiasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa Pasaji Ponan tetap relevan sebagai modal sosial dan identitas budaya masyarakat Sumbawa. Kata kunci: Pasaji Ponan, resiprositas, transformasi sosial.