Strategi kreatif dalam media menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing di era digital, termasuk stasiun radio. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kearifan lokal dalam strategi kreatif program acara Pindang Patin di Sriwijaya Radio Palembang dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal menjadi pondasi strategi kreatif Sriwijaya Radio, tercermin melalui penggunaan bahasa daerah, istilah khas, humor lokal, filosofi program, dan konten yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga membangun interaksi emosional dan meningkatkan loyalitas pendengar. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori Niche dalam Ekologi Media oleh Dimmick, J.W menegaskan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai cara media menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya, budaya yang memperkuat diferensiasi program dan posisi kompetitif stasiun radio. Dengan menggunakan aspek Capital sebagai struktur permodalan dengan berbasis media teknologi digital seperti Coll Edit Pro, media sosial, streaming, dan podcast. Integrasi konsep tradisional dan modern dilakukan melalui program acara Pindang Patin, perpaduan musik tradisional, feature budaya, cerita rakyat, sapaan lokal, diacukan pada Types of Content yang dirujukkan sebagai program acara dan sebagai jenis isi media atau informasinya. Sehingga program tetap autentik, relevan di era digital, sesuai dengan Types of Audiens sebagai jenis sasaran dan target khalayak yang mendukung keberlanjutan ekonomi Sriwijaya Radio.