This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KANKER PARU KANAN DENGAN MANIFESTASI SINDROMA VENA CAVA SUPERIOR Dinda Humaira
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia dan sering didiagnosis pada stadium lanjut karena gejala klinisnya yang tidak spesifik. Laporan kasus ini menggambarkan seorang pria berusia 47 tahun yang mengalami pembengkakan progresif pada wajah dan dada selama sekitar 10 hari sebelum dirawat, disertai dengan riwayat batuk produktif selama 4 bulan yang disertai sesekali hemoptisis, sesak napas saat batuk, nyeri dada sebelah kanan, serak, dan disfagia yang menyakitkan. Pasien memiliki faktor risiko utama, termasuk riwayat merokok jangka panjang selama sekitar 27 tahun (satu bungkus per hari) dan riwayat pengobatan tidak tuntas untuk tuberkulosis paru. Pemeriksaan fisik menunjukkan edema wajah dan dada atas, dengan berkurangnya getaran taktil, bunyi perkusi yang redup, dan bunyi napas vesikular yang berkurang di paru kanan. Hasil laboratorium menunjukkan anemia (Hb 10,7 g/dL) dan peningkatan signifikan kadar antigen embrio kanker (CEA) (147,06 ng/dL). Rontgen dada menunjukkan lesi opasitas pada proyeksi mediastinum, dengan gambaran pneumonia, efusi yang terperangkap, dan massa mediastinum yang dicurigai. Berdasarkan temuan klinis dan diagnostik, pasien didiagnosis menderita kanker paru-paru kanan stadium lanjut yang disertai dengan Sindrom Vena Cava Superior (SVCS), obstruksi saluran napas, dan nyeri terkait kanker. Penatalaksanaan meliputi pengobatan suportif dan simptomatik, termasuk antibiotik, kortikosteroid, diuretik, analgesik, bronkodilator/kortikosteroid nebulisasi, serta rekomendasi modifikasi gaya hidup seperti menghentikan merokok, dengan prognosis keseluruhan yang buruk.