This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : IPSSJ

KESENIAN SEBAGAI MEDIA DAKWAH SUNAN KALIJAGA PADA ABAD KE I5 HINGGA 16 MASEHI Otha Vidyatresna; Sumarno
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Sunan Kalijaga memanfaatkan kesenian sebagai media dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16 Masehi. Peneliti tertarik mengangkat tema ini karena pendekatan dakwah melalui kesenian telah memberikan pengaruh pada proses Islamisasi di Jawa. Jika biasanya pendekatan keagamaan dilakukan secara langsung seperti mengajar di masjid atau pesantren dengan memberikan ceramah agama, Sunan Kalijaga dan para wali lainnya seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Muria justru memilih pendekatan yang lebih halus dan menyentuh hati masyarakat melaui seni dan budaya yang telah hidup di tengah-tengah mereka. Pada masa itu, masyarakat Jawa masih sangat terpengaruh oleh ajaran dan budaya Hindu-Buddha, sehingga pendekatan dakwah yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal menjadi pilihan yang lebih efektif. Sunan Kalijaga, sebagai salah satu tokoh Walisongo, dikenal sebagai wali yang menonjol dalam menggunakan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan mengapa Sunan Kalijaga lebih memilih kesenian sebagai media dakwah dibandingkan metode konvensional lainnya, mengidentifikasi jenis-jenis kesenian yang digunakan selama proses dakwah, serta menggali filosofi dan makna dakwah yang terkandung dalam setiap karya seni yang diciptakannya. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, yang artinya tidak menggunakan angka atau statistik, melainkan menggambarkan situasi dan peristiwa berdasarkan data historis dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Kalijaga secara sadar memilih kesenian sevagai media dakwah karena beliau memahami bahwa masyarakat Jawa sangat menghargai tradisi dan seni sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Jenis kesenian yang digunakan meliputi wayang kulit, tembang, gamelan, seni ukir, seni pakaian , serta tradisi budaya seperti Grebeg Maulud.