ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran grup idola K-Pop Red Velvet sebagai agen diplomasi budaya Korea Selatan dalam konteks hubungan Korea Selatan dan Korea Utara pada tahun 2018. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada momen bersejarah penampilan Red Velvet dalam konser “Spring is Coming” di Pyongyang yang menjadi bagian dari upaya pertukaran budaya antar-Korea. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk mengkaji fenomena diplomasi budaya melalui teori diplomasi budaya dan citizen diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan Red Velvet berdampak positif dalam memperkuat citra Korea Selatan, menumbuhkan minat masyarakat Korea Utara terhadap K-Pop, dan meningkatkan peluang kerja sama lintas budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa diplomasi budaya melalui K-Pop, yang dilakukan oleh aktor non-negara seperti Red Velvet, dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun hubungan antarbangsa yang lebih terbuka, inklusif, dan damai, terutama dalam konteks kawasan dengan tensi politik tinggi seperti Semenanjung Korea. Kata kunci: Red Velvet, diplomasi budaya, Korea Selatan, Korea Utara, K-Pop, citizen diplomacyABSTRACT This study aims to analyze the role of the K-Pop idol group Red Velvet as an agent of South Korea’s cultural diplomacy in the context of inter-Korean relations in 2018. The research is based on the historic moment of Red Velvet’s performance at the “Spring is Coming” concert in Pyongyang, which served as part of a broader effort to promote cultural exchange between North and South Korea. Using a qualitative method and literature study approach, the research applies the theoretical frameworks of cultural diplomacy and citizen diplomacy to examine how K-Pop can function as a diplomatic tool. The findings reveal that Red Velvet’s performance positively contributed to enhancing South Korea’s image, stimulating North Korean interest in K-Pop, and fostering opportunities for cross-border cultural cooperation. The study concludes that cultural diplomacy through K-Pop, conducted by non-state actors like Red Velvet, can serve as a strategic instrument for building more open, inclusive, and peaceful international relations—particularly within politically sensitive regions such as the Korean Peninsula. Keywords: Red Velvet, cultural diplomacy, South Korea, North Korea, K-Pop, citizen diplomacy