Perubahan iklim global merupakan permasalahan kritis yang memberikan dampak signifikan terhadap wilayah tropis, termasuk Indonesia, yang ditandai oleh peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, serta peningkatan frekuensi bencana alam yang secara substansial memengaruhi kenyamanan termal dan fungsi bangunan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi desain arsitektur responsif yang adaptif terhadap perubahan iklim di kawasan tropis melalui pendekatan holistik yang melibatkan pemanfaatan ventilasi alami, fasad dinamis, penggunaan material lokal, serta integrasi teknologi adaptif untuk penyesuaian secara real-time terhadap variabilitas iklim yang cepat dan tidak menentu. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan studi kasus mendalam, yang mengkombinasikan kajian pustaka, wawancara dengan praktisi, serta analisis dokumentasi proyek-proyek relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi adaptif, seperti fasad kinetik, sistem ventilasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT), material adaptif termoakif, dan pemanfaatan energi terbarukan, secara signifikan meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal pada bangunan di wilayah tropis. Studi kasus di Green School Bali, Rumah Tradisional Madura Bangsal Budaggan, dan vila modern tropis di Bali memperkuat pentingnya harmoni antara prinsip-prinsip arsitektur tropis pasif dan aktif yang disesuaikan dengan konteks lokal serta teknologi mutakhir dalam menciptakan bangunan yang adaptif dan berkelanjutan. Kendala utama yang ditemukan meliputi aspek sosial-ekonomi, kesiapan regulasi, dan keterbatasan dukungan kebijakan. Penelitian ini mengisi gap riset dengan memperluas fokus dari desain pasif tradisional menuju konsep arsitektur responsif yang dinamis dan adaptif, sekaligus memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan model desain hibrida yang relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim masa depan di wilayah tropis.