Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITALISASI TRADISI LISAN MANGAYUN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA NAPOSO NAULI BULUNG AEK BADAK Hasanah, Khoiriah; Pitria Hutabarat, Anis; Saputra Nasution, Erwin; Nasution, Sabilah; Lubis, Khatib; Sari Hasibua, Nikmah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5411

Abstract

Tradisi lisan Mangayun di Desa Aek Badak, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengalami praktik dasar dan hampir tidak lagi dikenal oleh generasi muda. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk melakukan pelestarian melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya generasi muda Naposo Nauli Bulung , melatih keterampilan produksi konten digital, serta menempatkan mereka sebagai agen pelestari budaya melalui media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatorik dengan desain one-group pretest posttest. Subjek penelitian adalah 30 anggota Naposo Nauli Bulung berusia 14-25 tahun. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pengetahuan, rubrik keterampilan produksi, analitik media sosial, observasi, dan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan N-Gain dan Cohen's d serta dilengkapi interpretasi kualitatif dari observasi dan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman tradisi Mangayun (N-Gain = 0,65) dan literasi digital (N-Gain = 0,66), dengan efek ukuran besar. Keterampilan produksi konten digital meningkat dari kategori rendah menjadi sangat baik, dan menghasilkan enam video pendek serta satu dokumenter yang dipublikasikan melalui media sosial dengan total 3.216 tayangan dan engagement rate 7,8%. Dampak sosial-budaya terlihat dari kebangkitan kembali Mangayun dalam pertunjukan desa dan meningkatnya partisipasi generasi muda sebagai produsen konten budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi tradisi lisan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kapasitas literasi digital generasi muda. Implikasi praktisnya mencakup peluang replikasi model pada tradisi lisan lain dan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.