Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management. Keywords: School Climate; Teacher Job Satisfaction; Systematic Literature Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu-isu penting mengenai peran iklim sekolah sebagai faktor penentu dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan mendukung proses pembelajaran. Iklim sekolah yang kondusif diyakini mampu mendorong motivasi, kenyamanan, serta meningkatkan kinerja guru secara keseluruhan. Disisi lain, kepuasan kerja guru menjadi fokus utama dalam penelitian ini, karena berperan besar dalam menunjang kualitas pendidikan. Kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh aspek material seperti gaji dan fasilitas, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial, seperti hubungan interpesonal, dukungan organisasi, serta adanya apresiasi dan pengakuan terhadap kinerja guru. Peran kepala sekolah sangat penting dalam membentuk iklim sekolah yang positif, karena gaya kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan akan berdampak langsung pada suasana kerja guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah teradap kepuasan kerja guru dengan menggunakan metode kajian literatur sistematis. Proses peninjauan dilakukan dengan bantuan mesin pencarian Harzing’s Publish or Perish, dari 100 artikel yang dikumpulkan, hanya 12 artikel yang dinyatakan relevan dan dimasukkan ke dalam tinjauan. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah memainkan peran krusial dalam membentuk kepuasan kerja guru. Iklim yang positif ditandai oleh kepemimpinan yang mendukung, hubungan yang harmonis, kolaborasi profesional, kompensasi yang memadai, serta motivasi personal secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru. Iklim sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lingkungan yang mendukung, tetapi juga sebagai penentu utama kepuasan kerja guru dan efektivitas keseluruhan lembaga pendidikan Kata kunci: Iklim Sekolah; Kepuasan Kerja Guru; Literatur Sistematis