Penjadwalan proyek konstruksi yang tepat menjadi aspek krusial dalam menjamin keberhasilan proyek. terutama dalam aspek waktu, biaya, dan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa jadwal proyek pembangunan Gedung Sementara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menggunakan metode Earned Schedule (ES). Ini merupakan pengembangan dari Earned Value Management (EVM) yang lebih fokus pada indikator waktu dibandingkan biaya. Penelitian dilakukan secara kuantitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumen proyek meliputi kurva S, laporan mingguan, dan RAB. Variabel utama dalam penelitian ini adalah durasi proyek dan kinerja jadwal. Yang dihitung dengan indikator ES, SV(t), SPI(t), dan prediksi durasi IEAC(t) serta IECD. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan signifikan pada awal pelaksanaan (minggu ke-24 hingga ke-37), ditandai dengan nilai SV(t) < 0 dan SPI(t) < 1. Setelah dilakukan recovery, performa waktu membaik dengan nilai SPI(t) > 1 pada minggu ke-38 hingga minggu ke-50. Durasi akhir proyek berdasarkan metode IEAC(t) diprediksi mencapai 52,43 minggu dari rencana awal 52 minggu. Ini menunjukkan tingkat akurasi metode ES dalam memprediksi penyelesaian proyek serta potensinya sebagai alat bantu pengambilan keputusan manajerial yang efektif. Penerapan metode Earned Schedule dapat meningkatkan efisiensi pengendalian jadwal dan mendukung keberhasilan proyek konstruksi. Gedung kantor perwakilan Bank Indonesia.