Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum pada remaja putri dan sering kali berkaitan erat dengan praktik kebersihan diri atau personal hygiene. Meskipun pengetahuan dianggap sebagai fondasi perilaku sehat, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan kejadian keputihan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 1 Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. 5Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sleman pada 23-27 Juni 2025. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 10 butir pertanyaan pengetahuan personal hygiene dan 5 butir pertanyaan kejadian keputihan, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene yang baik. Namun, ditemukan sebanyak 4,8% siswi tetap mengalami keputihan patologis, sementara mayoritas lainnya mengalami keputihan fisiologis. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value 0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,353. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Semakin baik pengetahuan, maka semakin rendah risiko kejadian keputihan. Meskipun pengetahuan responden sudah baik, adanya kasus keputihan patologis menunjukkan perlunya intervensi yang lebih fokus pada penerapan praktik kebersihan secara konsisten.