Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Emosional dan Ketahanan Sosial dalam Masyarakat Digital Pasca Pandemi Global Fatmawati, Ratu Fira; Hanif, Insan Kurnia
PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/perseptif.v3i2.438

Abstract

Transformasi sosial pasca pandemi global telah mempercepat digitalisasi interaksi manusia dan memunculkan tantangan emosional serta sosial yang semakin kompleks. Masyarakat digital menghadapi tekanan psikososial baru yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga dengan kapasitas mengelola emosi dan relasi sosial secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi emosional dalam membangun ketahanan sosial masyarakat digital pasca pandemi global melalui pendekatan konseptual dan sintesis literatur ilmiah mutakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis dan analisis tematik. Data diperoleh dari artikel jurnal internasional, buku akademik, dan prosiding ilmiah yang relevan dengan literasi emosional, pembelajaran sosial emosional, digitalisasi, dan resiliensi pasca pandemi. Analisis difokuskan pada identifikasi pola, tema utama, serta relasi konseptual antara literasi emosional dan ketahanan sosial dalam konteks masyarakat digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi emosional berperan sebagai kapasitas adaptif yang memungkinkan individu dan komunitas mengelola emosi, memperkuat empati, dan menjaga kohesi sosial dalam interaksi digital. Literasi emosional juga berfungsi sebagai penghubung antara literasi digital dan kesejahteraan sosial, sehingga berkontribusi pada ketahanan sosial yang berkelanjutan. Integrasi literasi emosional dalam pendidikan, komunitas, dan lingkungan digital terbukti relevan untuk meningkatkan resiliensi pasca pandemi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan literasi emosional merupakan strategi penting dalam membangun masyarakat digital yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan kolektif.