Kharolina Rahmawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengasuhan Anak Yatim dalam Al-Qur’an Perspektif Hamka Pada Tafsir Al-Azhar Azizah, Nur; Kharolina Rahmawati
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika yang muncul adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara mengasuh anak yatim. Kebanyakan masyarakat menyayangi anak yatim pada saat acara tertentu saja. Sedangkan dalam Al-Qur’an, Allah telah memberi petunjuk bagaimana cara untuk mengasuh, memelihara dan menyayangi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran ayat-ayat pengasuhan anak yatim perspektif Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, dan bagaimana role model yang bisa diterapkan dalam pengasuhan anak yatim di panti asuhan dari penafsiran Hamka. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian library research. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Menggunakan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode maudhu’i. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, penafsiran Hamka tentang ayat-ayat pengasuhan anak yatim dalam Tafsir Al-Azhar yaitu dalam mengasuh anak yatim harus berdasarkan iman kepada Allah. Selanjutnya role model pengasuhan anak yatim yang bisa diterapkan di panti asuhan dari penafsiran Hamka adalah dengan pengasuhan berbasis pembinaan. Kesimpulannya, dalam mengasuh anak yatim harus berlandaskan dengan iman. Keseluruhan ayat tentang anak yatim berisi perintah berbuat baik kepada kepada anak yatim, larangan berlaku buruk terhadap mereka dan perintah memelihara harta mereka sampai mereka dewasa. Kemudian pihak yang berkewajiban merawat anak yatim lebih diutamakan yang memiliki hubungan kerabat, atau jika tidak mampu maka dapat diserahkan kepada pihak selain kerabat yang mampu mengasuhnya, seperti lembaga sosial atau pemerintah. Role model pengasuhan anak yatim yang dapat diterapkan di panti asuhan adalah pengasuhan berbasis pembinaan.
Living Quran dalam Tradisi Pembacaan Ratib Al-Haddad Di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Kalangan Surabaya masduki, khiorul; Moch Farel Danendra; Kharolina Rahmawati
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembiasaan berdzikir secara berjamaah adalah dengan membaca wirid tertentu secara istiqomah. Wirid tertentu tersebut ada beraneka macam, salah satunya adalah teks wirid yang digubah oleh Al-Haddad, atau lebih dikenal dengan ratib al-Haddad. Santri di Pondok Pesan Sunan Kalijogo Surabaya termasuk masyarakat muslim yang mengamalkan bacaan Ratib al-haddad secara berulang. Dalam artikel ini penulis ingin mengetahui bagaimana praktik living qur’an yang terjadi di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya yang sudah menjadi rutinitas mereka selama ini. Dan bagaimana pengaruh pembacaan Ratib al-Hadad dalam kehidupan mereka. Penulis menggunakan metode wawancara dalam menggali data utama dari informan, dari wawancara tersebut data di analisis dengan teori deskriptif analitif yang menjelaskan secara jelas bagaimana praktik living qur’an berupa pembacaan Ratib al-Hadad dalam keseharian mereka. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa tujuan pembacaan Ratib Al-Haddad di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo adalah untuk membentengi para santri dari gangguan-gangguan yang sifatnya metafisika dan non medis serta untuk mengamankan dari hal-hal yang bersifat kriminal seperti pencurian dan sebagainya. Keutamaan membaca Ratib Al-Haddad antara lain: diberi rezeki yang berlimpah, diberikan umur yang panjang, mendapatkan husnul khatimah, dijaga oleh Allah SWT, hajatnya dikabulkan, menyembuhkan penyakit hati.